Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia 45-59 Tahun Di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Marcia Pransiska
Muhammad Nurman
Putri Eka Sudiarti

Abstract

Hipertensi masih menjadi tantangan dalam kesehatan global dan merupakan faktor risiko utama dalam perkembangan penyakit jantung koroner dan stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada usia 45–59 tahun di Desa Tarai Bangun wilayah kerja UPT. Puskesmas Tambang. Metode penelitian yang dipakai adalah jenis penelitian kuantitatif, dalam desain penelitian ini survey analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat usia 45–59 tahun dengan jumlah sebanyak 4.394 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 98 orang dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pola makan dan pengukuran tekanan darah dengan sfigmomanometer dan stetoskop. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden menunjukkan pola makan yang tidak baik, berjumlah 60 responden (61,2%). Selain itu, tercatat 64 responden (65,3%) mengalami hipertensi. Berdasarkan hasil uji statistik dengan uji chi-square didapatkan nilai p value = 0,000 ≤ (0,05) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia dewasa (45-59 tahun) di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Pransiska, M., Nurman, M., & Sudiarti, P. E. (2026). Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia 45-59 Tahun Di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang. Indonesian Nursing & Health Outreach and Science (INDOS), 1(1). Retrieved from https://indos.co/index.php/indos/article/view/13